Pada
hakikatnya, dakwah tidak hanya terdeskripsikan dalam bentuk ceramah, atau orasi
di depan publik. Melainkan, masih banyak cara
yang dapat dilakukan individu dalam melakukan dakwah. Baik itu dengan
berbuat baik, atau sebagai sarana atau fasilitas dalam berbagi cerita, dapat
menjadikan mereka yang non-muslim menjadi tertarik dan ingin memeluk
islam.
Rasulullah
sendiri dalam dakwahnya kepada kaum Quraisy dan yahudi, bukan dengan sebilah
pedang, bukan dengan orasi atau agitasi yang dapat mengakibatkan gambaran buruk
yang terbesit dalam pikiran kabilah Quraisy dan yahudi.
Dalam
dakwahnya, Rasulullah lebih melakukan dakwah secara persuasif dibandingkan
secara doktrinasi. Beliau lebih sering melakukan pendekatan, serta berbuat baik
terhadap siapapun, sehingga akan muncul dalam benak orang lain bahwa Rasulullah
dan islam, adalah baik dan membawa keselamatan, tanpa adanya kekerasan.
Hal
ini dapat dilihat dalam beberapa kisah sejarah, seperti saat orang Quraisy
melemparkan kotoran binatang kepada Rasulullah, dalam menyikapi hal itu, Rasul
tidaklah marah, atau menceramahi mereka, melainkan do’alah yang terucap dalam
lisan Rasulullah serta sopan dan santunlah yang beliau balas kepada mereka.
Atau
dalam kisah lainnya, saat seorang yahudi buang air kecil didalam masjid, saat
itu para sahabat sentak marah akibat hal itu. Namun tidak dengan Rasulullah,
beliau malah membiarkan ia hingga selesai dan kemudina beliau bersama para
sahabat membersihkan bekas dan sisa buang air yahudi tersebut. Serta, beliau
do’akan semoga mendapat petunjuk dari Allah. Melihat hal itu, yahudi tersebut
pun kagum, dan tergugah sehingga tidak lama setelah itu, lekas ia memeluk
islam.
Ya. Islam
adalah rahmat bagi seluruh alam. Dengan segala aturannya, justru itu untuk
menyelamatkan umat manusia agar mereka tidak menyesal dihari akhir nanti.