Ahlan Wa Sahlan, Welcome At My SIte, Thank's For Coming

Pages - Menu

Selasa, 26 Mei 2015

Rasulullah, Dakwah Persuasif, Agitasi, atau Doktrinasi-kah ???

Pada hakikatnya, dakwah tidak hanya terdeskripsikan dalam bentuk ceramah, atau orasi di depan publik. Melainkan, masih banyak cara  yang dapat dilakukan individu dalam melakukan dakwah. Baik itu dengan berbuat baik, atau sebagai sarana atau fasilitas dalam berbagi cerita, dapat menjadikan mereka yang non-muslim menjadi tertarik dan ingin memeluk islam. 
Rasulullah sendiri dalam dakwahnya kepada kaum Quraisy dan yahudi, bukan dengan sebilah pedang, bukan dengan orasi atau agitasi yang dapat mengakibatkan gambaran buruk yang terbesit dalam pikiran kabilah Quraisy dan yahudi.
Dalam dakwahnya, Rasulullah lebih melakukan dakwah secara persuasif dibandingkan secara doktrinasi. Beliau lebih sering melakukan pendekatan, serta berbuat baik terhadap siapapun, sehingga akan muncul dalam benak orang lain bahwa Rasulullah dan islam, adalah baik dan membawa keselamatan, tanpa adanya kekerasan.
Hal ini dapat dilihat dalam beberapa kisah sejarah, seperti saat orang Quraisy melemparkan kotoran binatang kepada Rasulullah, dalam menyikapi hal itu, Rasul tidaklah marah, atau menceramahi mereka, melainkan do’alah yang terucap dalam lisan Rasulullah serta sopan dan santunlah yang beliau balas kepada mereka.
Atau dalam kisah lainnya, saat seorang yahudi buang air kecil didalam masjid, saat itu para sahabat sentak marah akibat hal itu. Namun tidak dengan Rasulullah, beliau malah membiarkan ia hingga selesai dan kemudina beliau bersama para sahabat membersihkan bekas dan sisa buang air yahudi tersebut. Serta, beliau do’akan semoga mendapat petunjuk dari Allah. Melihat hal itu, yahudi tersebut pun kagum, dan tergugah sehingga tidak lama setelah itu, lekas ia memeluk islam.

Ya. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dengan segala aturannya, justru itu untuk menyelamatkan umat manusia agar mereka tidak menyesal dihari akhir nanti.