Ahlan Wa Sahlan, Welcome At My SIte, Thank's For Coming

Pages - Menu

Jumat, 30 Agustus 2019

Sepaking Part 1, Knowing other self

Tak kenal, maka tak sayang...
Itulah kata pepatah. Makanya di awal pertanyaan pasti selalu seputar perkenalan.

Nah, ini dia pertanyaan - pertanyaan yang biasa digunakan saat ujian Speaking :

1. What is your name ?
2. Who gave your name ?
3. Do you like your name ?
4. Do you know the meaning of your name ?
5. Would you like to change your name ?
6. What is the common name in your country ?
7. Who usually give the baby's name ?

Saat kawan - kawan jawab pertanyaan ini, coba menjawab dengan jawaban yang singkat dan padat, serta mudah dimengerti. Ingat, jangan banyak spasi (....Eeee.....), itu akan membuat kawan - kawan dipandang buruk saat ujian.

Example :
Who gave your name ?
Honestly, my parent gave me that beautiful name when i born.
(Cukup gitu aja, gak usah terlalu banyak, dan terlalu sering menggunakan Yes atau No, coba cari pembukan jawaban dengan kata lain, seperti actually, honestly, etc)

So, selamat mencoba !


#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Rabu, 21 Agustus 2019

Latihan Speaking Aja Dulu Biar PD

Percaya atau gak, proses belajar speaking itu emang lama. Bahkan lama banget. Nanti harus belajar ekspresinya, grammatical, pronunciation, bahkan proses mengetahui bahasa inggris tersebut British atau American pun gak cukup sebulan atau dua bulan, tergantung kepada si penggunanya. 

Tapi semua prosedur itu, akan tertutupi kalau kita sudah praktek terlebih dahulu. Perlu diketahui, membangun kepercayaan diri untuk berbicara menggunakan bahasa asing itu lebih sulit dibandingkan sekedar belajar tata bahasa atau grammatical. 

Karena grammatical itu by theory, sedangkan practice by a confidence. Oleh sebab itu, inti dari speaking hanya praktek bicara. Bisa dengan teman dekat, teman sekelas, teman se-visi (biasanya yang sama sama mengincar scholarship) atau mungkin dengan teman di dunia maya. Terlebih di zaman serba canggih seperti sekarang, kita bisa punya teman dari manapun berada.

Oleh sebab itu, mulai aja dulu dengan melatih kepercayaan diri untuk berbicara bahasa inggris. Topik yang dibahas pun gak perlu yang berat seperti pelajaran atau lainnya. Semua bisa dimulai dari hal terdekat disekitar. 

Kalau mix dengan bahasa Indonesia gimana ? Jawabannya, Why Not? Tapi bukan untuk gaya-gaya an seperti zaman sekarang, tapi itu bisa menjadi evaluasi tentang kekurangan kosa kata kita dimana ? Dan biasakan untuk mengurangi imbuhan seperti "Hmmm, Eeehhh, ", itu akan sangat mengganggu proses pembelajaran. Ingat ya, berusaha untuk dikurangi, bukan langsung dihapus. Because everything need a process. 

In conclusion, Let's we practice our language because practice makes perfect ;) 

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris


Senin, 19 Agustus 2019

Speaking IELTS? Praktek Aja Dulu Dari Hal Yang Mudah


Sulit untuk speaking IELTS ? Bingung ?

Dalam materi IELTS, ada yang namanya writing, speaking, listening, dan reading. Salah satu kendala yang terjadi untuk para pelajar adalah materi speaking. Alasannya ? Mulai dari minim kosa kata, belum tau grammar, pronunciation yang membuat lidah ketekuk – tekuk, sampai mereka yang memang dasarnya pendiam dan sukar untuk speaking hal – hal tertentu, kecuali kalau dalam kedaan mendesak. Intinya praktek aja dulu, masalah salah ini dan itu, kelak bisa diperbaiki.

Oh ya, dalam ujian IELTS, jangan sampai mengulang statement yang sama, atau muter – muter dijawaban yang intinya sama. Itu akan menjatuhkan kepercayaan diri, dan bikin kita terjebak dalam jawaban sendiri. Makanya, biar gak muter - muter, dari sekarang harus banyak praktek, dimulai aja dulu dari sesuatu yang simpel dan mudah. Seperti tentang sarapan, jajanan favorit, dan lainnya. 

Ok, untuk memulai pembahasan tentang writting. Ini struktur yang harus diketahui terlebih dahulu apa aja struktur yang ada di Speaking dalam IELTS.

1. Introduction

Dimana – mana, kalau ketemu orang baru pasti aka nada yang namanya perkenalan. Kuncinya di speaking part 1 ini, buat jawaban yang singkat dan jangan bertele – tele. Ini akan memudahkan kita dalam menjawab pertanyaan dan membangun kepercayaan diri.

Example :
Q : Where do you come from ?
A : I come from Bandung, The city located in West Java.
Mudahkan  ?

2. Describing A Chapter
Nah, biasanya dibagian ini kita akan diberikan waktu 1 menit untuk persiapan menjawab pertanyaan ini. Yaa meski Cuma 1 menit, tapi lumayan sih. Chapter bisa tentang apa aja, dari yang gampang banget, sampai yang lumayan harus memutar otak pun ada. Kuncinya, buat gambaran jawaban semudah mungkin, dan disini kita harus bisa menguasai pembicaraan. Jangan banyak mengeluarkan kata “Eeeehhhhhh….. Hmmmmm”, karena akan mengurangi scoring kamu. Oh ya, saat menjelaskan juga, jangan terburu – buru dan santai saja. Slow but sure, yang penting waktu 2 menit yang diberikan untuk menjelaskan harus pas dan cukup.

Example : Describing a historical building in Bogor
What
Why
When
How

Keempat kunci ini bisa mewakili jawaban yang akan digunakan. Oh ya, kalau punya kalimat idiom, gunakan aja. Gak usah takut.

3. Following Question

Kalau part ini, adalah pengembangan dari part kedua atau sebelumnya. Biasanya pertanyaan akan lebih focus, bahkan gak jarang aka nada pertanyaan – pertanyaan mendadak seperti “Why do you….?” Atau “You said that ….. , Would you like to explain me about…. ?” .

Kunci dari task ini, kita harus punya banyak kosa kata mudah dan dimengeri, plus relax. Jangan tegang.

So, untuk mempermudah kita dalam menghadapi penguji nanti, dari sekarang harus banyak praktek speaking bahasa inggris. Ingat, “Practice Makes Perfect”

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Jumat, 20 Mei 2016

THE FABULOUS UDIN “Si The Next Laskar Pelangi”


Bagi para penikmat novel, kalian pasti sudah tidak asing lagi ke karya sastra satu ini. Rons Imawan atau mungkin para pengguna twitter akan lebih akrab dengan akun @WOWKonyol dengan karya fenomenalnya “The Fabulous Udin”. 

Kali ini, novel ini diangkat ke layar lebar. Meski pada umumnya novel yang diangkat kelayar lebar banyak sekali perbedaan drastis, bahkan tidak jarang banyak alur cerita yang diubah. Tapi untuk karya satu ini, sangat recommended buat kalian yang rindu masa kecil, atau kalian yang sehari-harinya hana bermain dengan gadget.

Berlatar disebuah daerah kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Udin dan kawan-kawannya yang diperankan oleh Ajil Ditto (Udin), Bella Graceva Amanda Putri (Suri), Aldy Rialdy Indrawan (Ucup), Difa Ryansyah (Jeki), Zulfa Maharani (Inong), mengarungi kisah persahabatan mereka yang terjalin begitu indah dan berwarna.

Bermula dari kisah persahabat Udin, Jeki, Ucup dan Inong yang telah akrab sejak lama. Dikisahkah bahwa Udin merupakan sosok yang sangat genius. Segala permasalahan yang dihadapi akan terasa mudah saat ia turut andil dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Jeki, merupakan sosok yang paling tajir diantara yang lain. Tapi lagi-lagi Udin berhasil membuat ia menjadi hidup sederhana. Cita citanya adalah menjadi sutradara terkenal dan hebat. Oh ya, dia juga ingin sekali memiliki seorang adik, meski sebenarnya ia telah memiliki adik, namun karena sebuah kejadian adiknya tertimpa musibah dan meninggal.

Ucup, merupakan seorang anak angkat yang  memiliki fobia dengan kerupuk. Heran. Tapi memang seperti itu dalam cerita. Hehe.... Oh ya, jangankan fobia kerupuk, fobia nasi aja ada.

Lanjut, sosok sahabat selanjutnya adalah Inong. She’s the only one girl Tapi dia tidak minder, tidak malu bahkan ia selalu bisa menjadi penengah diantara teman-temannya. Namun, diam-diam ia menyimpan perasaan kepada salah satu anak diantara Udin, Jeki, dan Ucup. Siapakah dia? Baca saja novelnya..... Hehehe....


Persahabatan mereka yang semula berempat, menjadi bertambah personel setelah mereka kedatangan teman baru di Sekolah yang berasal dari Jakarta. Namanya Suri. Dari awal perkenalannya di Sekolah ia sudah berhasil membuat teman-temannya heran. Dia juara pidato bahasa Inggris, Penggemar dongeng, Penggila sayembara, namun tidak mau dan paling membenci dikasihani karena alasan penyakitnya. Satu lagi yang mungkin masih belum disebutkan oleh Suri, sikap angkuhnya. Heheh.... Tapi sebenarnya dia adalah anak yang baik, dia seperti itu bukan karena dia angkuh melainkan ia tidak ingin dianggap penyakitan, lemah atau bahkan orang yang sudah meninggal.
Yes, I understand it.

 Kisah persahabatn mereka mengarungi lika liku kehidupan, dengan bumbu-bumbu sedih, pertengkaran hingga cinta menjadi pelengkap kisah ini. Bukan hanya alur cerita yang menarik, akan tetapi sang sutradara pun berhasil menyuguhkan pemandangan indah Indonesia ditepi pantai dengan gulungan ombaknya.

Adalagi, cerita yang disuguhkan tidaklah monoton. Penonton selalu dibawa masuk kedalam cerita, sehingga pesan yang disampaikan pun cukup merasuk kepada para penonton. Akting para pemain, serta kualitas gambar yang diberikan sangatlah luar biasa. Tidak dipungkiri bahwa film ini sebenarnya sangat layak untuk ditonton bagi semua pelajar, meski tetap harus didampingi oleh orang tua agar pesan yang disampaikan benar-benar dapat dipahami oleh penonton.

Jadi, untuk daerah yang saat ini masih diputarkan film satu ini. Sangat disayangkan jika kalian tidak menyaksikannya. Karena ini bukanlah film percintaan saja, tapi disini ada film pendidikan. Film adventure. And you can see how beautifull is Indonesia.

Rabu, 18 Mei 2016

Pesantren Kuno ?


Kata siapa menjadi santri itu kuno? Primitif? Hanya bisa mengaji tanpa masa depan yang jelas. Lulus dari Pesantren, hanya bisa mengajar di masjid, mushalla, atau surau-surau kecil yang gajinya tidak menentu? 

Saat ini, dunia Pesantren lebih maju dan berkembang. Bahkan jauh sebelum masa sekarang KH. Abdullah Sahal sebagai salah satu perintis Pondok Modern Gontor telah berfikir maju dan berkembang. Pesantren isn't just about studying religion, tapi Pesantren juga mendidik akan banyak hal. Character building seperti kemandirian, kreatifitas, hingga seni yang pada masanya jauh lebih maju dibanding Perguruan Tinggi sekalipun. 


Buktinya? Sejak pertama didirikan dalam kegiatan KBM semua santri diwajibkan menggunakan kemeja polos, sepatu pantofel dan bagi ustadznya harus menggunakan dasi. Terus? Masih kurang? 

Kami juga di didik hal-hal terkait seni dan kreatifitas. Terbukti setiap tahun kami memiliki agenda bernama Panggung Gembira (PG). Acara ini bukan hanya sebagai pertunjukkan seni semata, melainkan sebuah persembahan atas apa yang selama ini kita dapat. Teater, Musikal, hingga tari-tarian Indonesia kami persembahkan. 

Masih Kurang ? 



Setiap hari selama 24 jam kami diwajibkan menggunakan papan nama atau yang bisa kami sebut sebagai 'lauhah'. Hal ini bertujuan agar setiap santri saling mengena; dan mengetahui kelas ber
apa dan siapa namanya tanpa perlu bertanya. Bagaimana kita bisa tahu ia kelas berapa? Dari warna papan naman yang digunakan. Setiap kelas berbeda.

Oleh sebab itu, jika masih ada yang berfikir bahwa dunia pesantren adalah dunia kuno dan terbelakang maka itu salah besar. Pesantren bukan hanya sebagai sarana pendidikan agama, melainkan kemandirian, kreatifitas, hingga hal-hal sepele seperti sosialisasi kami diajarkan. 

Jadi jangan ragu untuk menimba ilmu di Pesantren, Because college is home, you can find anything there what you want. 

Selasa, 26 Mei 2015

Rasulullah, Dakwah Persuasif, Agitasi, atau Doktrinasi-kah ???

Pada hakikatnya, dakwah tidak hanya terdeskripsikan dalam bentuk ceramah, atau orasi di depan publik. Melainkan, masih banyak cara  yang dapat dilakukan individu dalam melakukan dakwah. Baik itu dengan berbuat baik, atau sebagai sarana atau fasilitas dalam berbagi cerita, dapat menjadikan mereka yang non-muslim menjadi tertarik dan ingin memeluk islam. 
Rasulullah sendiri dalam dakwahnya kepada kaum Quraisy dan yahudi, bukan dengan sebilah pedang, bukan dengan orasi atau agitasi yang dapat mengakibatkan gambaran buruk yang terbesit dalam pikiran kabilah Quraisy dan yahudi.
Dalam dakwahnya, Rasulullah lebih melakukan dakwah secara persuasif dibandingkan secara doktrinasi. Beliau lebih sering melakukan pendekatan, serta berbuat baik terhadap siapapun, sehingga akan muncul dalam benak orang lain bahwa Rasulullah dan islam, adalah baik dan membawa keselamatan, tanpa adanya kekerasan.
Hal ini dapat dilihat dalam beberapa kisah sejarah, seperti saat orang Quraisy melemparkan kotoran binatang kepada Rasulullah, dalam menyikapi hal itu, Rasul tidaklah marah, atau menceramahi mereka, melainkan do’alah yang terucap dalam lisan Rasulullah serta sopan dan santunlah yang beliau balas kepada mereka.
Atau dalam kisah lainnya, saat seorang yahudi buang air kecil didalam masjid, saat itu para sahabat sentak marah akibat hal itu. Namun tidak dengan Rasulullah, beliau malah membiarkan ia hingga selesai dan kemudina beliau bersama para sahabat membersihkan bekas dan sisa buang air yahudi tersebut. Serta, beliau do’akan semoga mendapat petunjuk dari Allah. Melihat hal itu, yahudi tersebut pun kagum, dan tergugah sehingga tidak lama setelah itu, lekas ia memeluk islam.

Ya. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Dengan segala aturannya, justru itu untuk menyelamatkan umat manusia agar mereka tidak menyesal dihari akhir nanti.

Selasa, 14 April 2015

Mimpi Itu.....

Hei.... kamu kuliah dimana ? Mahasiswa mana ?....
Hmz.... Gak tau... (jawabku dengan enteng).

Hingga hari ini, obsesi itu masih terus berkecamuk dalam fikiranku. Ya. Aku sangat ingin sekali untuk bisa mengenyam pendidikan diluar negri. Entah itu di Mesir, Libya, Turki atau dimanapun itu.

Bagi sebagian orang, mereka mengatakan kalau untuk apa kuliah di luar negri. Belum tentu aman. Apalagi dengan banyak kasus yang terjadi belakangan ini, mulai banyak mahasiswa/i yang dituduh sebagai teroris, hingga jaringan pemberontak lainnya.

Padahal, belum tentu itu semua benar. Karena pada hakikatnya mahasiswa keluar negri bukanlah untuk jalan-jalan. Bukan untuk menjadi teroris, tapi untuk menuntut ilmu. Untuk belajar.

Entah, ke-primitif-an itu akan berakhir sampai kapan, tapi yang jelas.....
Hingga detik ini, aku masing bermimpi untuk bisa mengenyam pendidikan diluar negri.